Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Oktober 2017

My Little Bird Part 2

Jam menunjukkan pukul 06:45  itu berarti aku harus segera berangkat menuju sekolah untuk pesta malam ini. Karena walau acara utama di adakan tengah malam para siswa dihimbau untuk datang pukul 7 karena di adakan beberapa kegiatan dan pertunjukkan,  yah pertunjukkan kali ini lumayan meriah karena di isi oleh band yang populer di kota ku walau aku menilainya biasa saja mungkin di sebabkan aku bukanlah anak gadis yang tergila-gila pada bocah berandalan yang songong menilai rendah orang lain. Apa yang para gadis itu lihat, pdhal aku jauh lebih tamvan :v yah setidaknya ibuku bilang begitu.
~didepan gerbang
Aku telah sampai disekolah, mata ku menelisik kerumunan siswa mencari kawanan ku. Beberapa lama aku terpaku menunggu disna, tentu aku takkan masuk ke sekolah sendirian. Apa yang akan kulakukan tanpa kawanan bocah kelas ku .
"Nees oi sini". Suara yang tak asing ditelinga memanggil namaku. Dgn meningkat kan indra penglihatan ku perhatikan pojokan gelap disudut  semakin lama aku menatapnya semakin aku sadar bahwa disana terlalu gelap untuk ditembus pandanganku :v  . Yah satu-satunya cara aku harus melangkahkan kaki ke pojok gelap itu, sesampainya disana aku mengatakan pada sosok siluet di kegelapan " woi tong ngapain lo tempat gelep gini, mojok loh sama herpina" , rupanya si otong sedangan bersama herpina salah satu siswa dikelas kami juga. " enak aja, lagi nungguin acara aja gw sama herpina lagian anak kelas masih dikit "ujar otong sambil melangkah keluar dari gelapnya pojok kramat.

~ beeb....beeb..... *bunyi mic menandakan acara akan dimulai
kami bertiga pun masuk kedalam sekolah. tampak beberapa siswa yang lebih dulu datang dari kami, walau sepertinya teman kelas kami yang lain belum datang. suara mic berbunyi lagi "tes tes 1 2 3 3 2 1 a b c " tampak anak sebaya kami sedang mempersiapkan diri untuk bernyanyi. Dia gremmy anak kelas XI di kelas sebelah, tampilkan menggambar kan seorang anak penyendiri ditambah setelan jaketnya itu ehm bahkan setiap hari penampilannya seperti itu
 

 ada sesuatu di diri anak itu yang menarik diriku untuk mengenalnya lebih jauh,, yah mungkin lain kali akan ku sapa dia.
  Gremmy pun mulai menyanyikan sebuah lagu, ah aku tahu lagu ini salah satu favorit ku. 
heal the world milik king of pop, tak ku sangka dgn penampilan seperti itu gremmy memiliki bakat
dalam menyanyi.

  Diriku mulai risih akibat berhimpitan dengan para siswa yang memulai mengerumuni panggung
teman-temanku pun tampaknya terpaku pada pertunjukkan saat ini. Tapi herpina sedang bersama siapa, ah dia yura seniorku yang terkenal galak ; gadis tomboy dgn potongan rambut pendek yang
dia benar-benar seperti pria, tapi ada yang berbeda di malam ini. Untuk pertama kali, aku melihat 
dia memakai gaun yang menurutku menarik, yaa.... menarik bukan cantik. Beberapa lama aku memperhatikannya, terpaku tanpa mempedulikan musik di panggung. Tiba-tiba dia menoleh balik padaku, membuyarkan semua khayal di dalam kepala ku, " apa dia tahu aku memandangnya dari tadi" ucapku didalam hati. Untuk beberapa menit aku sadar dia memandangiku terus menerus, apa yang sedang dipikirkannya. Apakah dia marah? Apa dia tak suka ku pandangi? . ah masa bodoh lebih baik aku kembali menikmati pertunjukkan sembari menikmati santapan di meja. 

To Be Continued.....................

Jumat, 06 Oktober 2017

KASMARAN

OS by : Manon
"Ah, hari ini dia lewat lagi.. oh ya Tuhan, sungguh tampan cowok itu. Andai aku bisa mengenalnya, mungkin kita bisa menjadi teman, atau mungkin... ah aku malu.. hihihi..." celetukku dalam hati.
Kau pasti sudah bisa menebak kalau aku sedang kasmaran dengan seseorang. Yah, kau benar. Cowok itu datang bersama musim hujan. Pertama kali aku melihatnya adalah pada hari dimana hujan jatuh begitu deras. Ia berlari-lari kecil melintasi jalanan yang becek. Oh sungguh dia begitu rupawan, dengan tubuh yang basah kuyup dan rambutnya yang hitam berkilau membiaskan butiran air.. ia membuatku tergelegar oleh pesonanya.
Semenjak saat itu, tiap kali hari hujan, aku selalu mencari keberadaanya. Aku begitu ingin melihatnya, aku selalu merindukannya. Karena aku hanya bisa muncul jika ad
a awan mendung dan khususnya saat hujan lebat.
Dan malam ini, setelah sekian lama akhirnya dia muncul juga. Lagi-lagi dia lupa bahwa payung. Sehingga badanya basah bukan kepalang. Namun itu malah membuatku teringat akan kesan pertamaku saat melihatnya dulu. Begitu tampan nan elok. Aku tak tahan lagi, aku tak mau menyembunyikan rasa ini. Sudah cukup penantianku. Inilah saatnya, sebelum hari-hari cerah kembali, sebelum musim kemarau datang lagi, aku harus mengajaknya berkenalan. Ya! malam ini, dengan gemuruh hujan sebagai saksi, aku akan mengetahui siapa namanya.
Maka tanpa buang-buang waktu, aku arahkan diriku mendekati cowok itu. Dengan hati berdebar kencang bak gelegar petir, kuberanikan diriku, setelah merasa cukup dekat, kujulurkan tanganku dan kusentuh pundaknya sambil berkata,
"Hai cowok.. kenalan yuk...?"
JDUUUAAAARRRRRR!!!
Sungguh tak kusangka, di depan mataku, cowok itu tiba-tiba berkilau terang sekali, kemudian setelah cahayanya menghilang, asap mengepul tebal dari tubuhnya, dan... dan... ia... menjadi gosong. Kini wajahnya tak lagi rupawan, namun berubah jadi hitam legam, rambutnya menjadi kaku jabrik bin awut-awutan. Mulutnya menganga menyemburkan asap pekat, menyiratkan siksa tak terperi. Ia pun jatuh tersungkur di jalan yang basah. Dan tak bergerak lagi.
"Oh Tuhan!! Apa yang terjadi?! Kenapa pangeranku jadi seperti itu? Kenapaaaa????? Tidakkkk...!!!" jeritku pilu.
Belum sempat aku meratapi nasib cowok itu, orang-orang sudah mulai berdatangan mengerumuni jasad gosong pangeranku. Beberapa wanita menjerit-jerit ngeri, beberapa pria sibuk mencari bantuan.
"Apa yang terjadi??!!" Tanya seseorang yang baru saja ikut nimbrung dalam hiruk-pikuk itu. Kemudian salah satu wanita dengan histeris menjawab,
"Pria ini mati tersambar petir!"
"Bah! Sialan! Dasar wanita tukang fitnah!" Umpatku dalam hati setelah mendengar kata-katanya. "Aku tidak menyambar cowok itu, aku hanya menjawil pundaknya tahu!"
Namun apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur. Cowok itu sudah mati. Dan dengan hujan yang mulai mereda, maka tibalah saatnya aku harus menghilang dari angkasa. "Ah, sudahlah. Mungkin ia bukan jodohku. Cari cowok lain aja. hehehe.."aku terkekeh tanpa dosa.
~D' end~

sumber :  creepypasta indonesia

Title: 1, 2, and go!


Os by: Wattpad user (ClannyLoppia)

Marina mengajak ku bermain sebuah 'permainan uji nyali' di rumahnya nanti malam. Awalnya, aku ragu karna belum pernah sekalipun aku mencoba hal-hal semacam ini. Namun, mengingat agenda kegiatan ku kosong melompong saat nanti malam, aku memutuskan memenuhi ajakannya.

Saat yang di nanti datang juga, kami memutuskan akan bermain permainan yang belum pernah di buat oleh siapapun. Marina menamai nya '1, 2, and go'.

Rumah Marina cukup besar, dan keluarga nya sedang mengunjungi rumah neneknya. Kesempatan yang bagus menurut kami, itu akan membuat kami leluasa dalam bermain.

Yang dibutuhkan dalam permainan ini cukup sederhana, sebatang lilin dan sekotak korek api, satu buah boneka, pensil yang ujungnya tajam, dan alarm yang akan berbunyi 3 menit seterusnya. Memang, hampir mirip dengan permainan 'petak umpet' yang biasa dimainkan. Hanya saja, yang membuat permainan ini berbeda adalah, kita harus mencari tempat yang berbeda setelah 3 menit kita bersembunyi di satu tempat dan akan diperingati oleh alarm nya nanti. Setelah mendapat tempat persembunyian, kami harus meneriaki kata "Go!" Untuk permulaian permainan.

Untuk pemacu adrenalin, kami memberi 'kutukan' pada boneka agar menjadi si pencari dan menempatkan lilin yang menyala di dekat boneka, tak lupa pensil sebagai 'senjata boneka nya'. Oke, kami sudah siap. Marina mematikan seluruh lampu dan membiarkan jendela rumah terbuka untuk sedikit penerangan. Ia memandangku lekat, tersenyum gembira,

"Oke, 1, 2, go!"

Aku berlari ke arah kanan dan Marina berlari ke arah kiri. Aku menemukan tempat persembunyian yang bagus, lemari kamar Marina. Aku langsung berteriak GO! Dan terdengar juga suara Marina yang meneriaki kata serupa. Jujur aku cukup takut, namun mengingat keseruan yang akan kita dapat setelah berhasil mencoba permainan ini dan memberitahukan nya pada teman-teman di kelas sungguh bisa membuat aku bersemangat. Maksudku, siapa yang tidak ingin terkenal?

TRINGGG!!

Alarm nya berbunyi, aku langsung berlari dan mencari tempat persembunyian baru. Dapur. Lemari makanan nya terbuka, aku segera masuk. Lemari nya cukup besar dan aku ingat Marina sudah mengosongkannya
tadi. Tak kusangka, Marina juga ada di dalam, ia membulatkan mata nya.

"Go!!" Kami berteriak.

"Kupikir siapa," celetuknya agak kaget. Aku cengegesan. Kami menunggu 3 menit dalam hening. Tapi, aku baru mengingat sebuah peraturan penting yang kami tak buat saat di awal permainan.

"Marina.."

"Ya?"

"Bagaimana cara mengehentikan permainan ini?"

Aku harusnya tahu aku tak seharusnya menanyakan hal itu. Wajah Marina langsung pucat, panik.

"Aku tak berpikir sampai kearah sana!"

-end

sumber : creepypasta indonesia

Cara Agar Ikan Guppy Cepat Beranak

Ikan guppy merupakan ikan yang cepat sekali berkembangbiak dan cara mengembangbiakannya pun sangatlah mudah, Bagaimana agar indukan ikan ...